(Effi S Hidayat)
"Dukungan... dapat berupa perhatian terhadap apa yang dianggap biasa oleh orang lain dan penegasan terhadap apa yang dilihat oleh orang lain, tetapi tak pernah dipuji secara terbuka" (anonim)Refleksi:
Manakah yang lebih sering Anda berikan; dukungan atau pujian? Saya menemukan quote yang satu ini dari bacaan pagi ini. Tiba-tiba saja mata saya tertumbuk pada kalimat-kalimat yang menarik perhatian saya; hmm, dukungan? Apakah saya orang yang termasuk sering memberikan dukungan kepada orang lain? Tiba-tiba pula pikiran saya mengajuk tanya demikian.
Rasanya sih, lumayan sering! Ya,ya, saya senang membagi perhatian saya kepada orang-orang di sekitar saya. Bahkan, kepada orang lain yang tidak saya kenal sekali pun. Ujug-ujug ketika bertemu seorang oma yang berpakaian serasi di mata saya, mulut saya lepas kontrol untuk segera berkomentar memujinya. Lihat pemulas bibir yang merahnya "pas" berkilau di wajah seseorang saja, saya bisa segera menjawil, dan spontan mengatakan apa keindahan yang tertangkap di benak saya!
Hais, tapi...itu sih, pujian, ya, bukan...dukungan. Karena menurut quote di atas, dukungan tak pernah memuji secara terbuka. Nah, lo! Benar juga kalau saya bagi menjadi kategori: dukungan materiil dan dukungan moril. Misalnya..., apa? Oh, menepuk-nepuk bahu seseorang saat dia sedih! Tanpa kata, tanpa nada suara, bisa jadi itu sudah merupakan perhatian yang luar biasa besarnya. Lalu, apa lagi? Ikut berteriak-teriak senang gembira ketika teman menang lotere? Hahaha....
Senang juga, saya jadi mencari-cari berbagai bentuk dukungan tanpa pujian terbuka ini. Hayuk, Anda bantu saya dong, mendapatkan contoh yang lain. Mungkin, berdasarkan pengalaman nyata Anda sendiri. Dukungan terbesar apa yang pernah Anda bagikan kepada orang lain? (Catatan Jumat,962017).