Tips Parenting
(Effi S Hidayat)
"Ayo, Sekolah, Sayang...."
Mengawali sekolah perdananya, bukan hal mudah bagi anak. Anda perlu memersiapkannya.
Sudah hampir dua minggu sekolah berjalan, namun Hans masih saja menangis. Ia menolak masuk kelas, apalagi bergabung untuk bermain dengan teman-temannya. Sebagai orang tua, Henny mengaku pusing tujuh keliling.
Mau tidak mau, ia harus minta cuti dari kantornya, hanya untuk menemani puteranya yang baru saja masuk kelompok bermain. Segala cara ia lakukan untuk membujuk Hans sekolah. "Setiap pagi saya bilang ingin mengajaknya jalan-jalan, bukan pergi ke sekolah agar ia mau ikut. Sampai mengenakan seragam pun di kelas," cerita Henny.
Kesulitannya berbeda dengan Vivi. Walau puterinya, Tiara memulai sekolah pertamanya langsung di TK, tidak mengikuti kelompok bermain, Vivi tidak perlu bersusah-payah membujuk. "Malah Tiara 'mengusir' saya. Katanya,'Mama pulang saja, nggak usah temenin aku di kelas'," ujar Vivi tertawa.
Tergantung Persiapan
Usia berapa anak siap bersekolah, tergantung keterlibatan Anda sebagai orangtua. Anda dituntut aktif membantu Si kecil agar ia merasa nyaman memasuki lingkungan barunya. Bagaimana ia bersosialisasi dengan teman-teman dan guru di kelas, sangat berkaitan erat dengan harga diri yang kuat dan kesadaran ia dikasihi dan diterima karena pribadi anak itu sendiri. Ini dikatakan Margareth Jacobsen, pengajar di Westmont College, California, Amerika Serikat.
Orangtua sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak prasekolah, perlu menumbuhkan pengertian dan dorongan semangat supaya Si kecil tidak takut. Kelompok bermain atau TK yang anak masuki adalah suatu 'petualangan' baru yang menyenangkan dan menggembirakan, bukan suatu yang mengerikan.
Untuk itu, orangtua perlu bekal pengetahuan yang cukup tentang sekolah mana yang cocok bagi anak-anak mereka. Tak ada salahnya berkeliling melakukan survei, wawancara dengan Kepala Sekolah, dan 'mengintip' langsung kegiatan yang bakal dijalani anak.
Sebelumnya, tentu saja, Anda harus punya beberapa strategi jitu untuk membantu anak agar ia benar-benar siap sekolah. Apa sajakah itu?
- Kesiapan jasmani
- Melatih kemandirian
- Disiplin sejak dini
- Sosialisasi dan tanggung jawab
Untuk menjaga diri dan barang-barang miliknya, mereka juga perlu dilatih beberapa hal dasar, seperti menyebutkan nama panjang, lengkap dengan alamat dan nomor telepon rumah termasuk kecermatan mengenali benda-benda miliknya, seperti tas sekolah, tempat makan, atau botol minumannya. Sebaiknya Anda membantu membuatkan tanda pengenal, seperti nama yang tertera pada jaket atau topinya.
Sebagai persiapan, boleh juga Si kecil diperkenalkan dengan berbagai mainan dan permainan yang mencerdaskan, seperti puzzle, atau buku cerita dan pengenalan terhadap beberapa konsep dasar, seperti angka atau huruf.
Keterampilan gerak dan bahasa harus berjalan seiring perkembangan sosial dan kepribadian anak sehingga ia seharusnya diberi kesempatan bereksperimen dan bergaul dengan banyak orang sebelum masuk sekolah.
Bijak bersikap
Selain tubuh sehat, sikap yang 'sehat' terhadap sekolah sama pentingnya. Jangan sekali-sekali menggunakan sekolah atau guru sebagai ancaman apabila anak nakal. Komentar seperti, "Ibu guru akan marah sama kamu di sekolah nanti!" bisa membuat Si kecil takut bersekolah.
Sebaliknya, jika Anda sesungguhnya yakin mengajarkan anak untuk menghargai sekolah dan proses belajar merupakan hadiah paling bermakna yang dapat Anda berikan, tentu saja dibarengi sikap ikhlas meninggalkan anak di bawah bimbingan guru di kelas -- kepercayaan diri Si kecil pun berkembang sesuai pertambahan usianya.
Bila ia pernah diberi tanggung jawab tertentu, bekerja sama dan bermain dengan anak-anak lain, menggunakan alat-alat dan menemukan kebanggaan dalam keberhasilannya melaksanakan suatu aktivitas, secara emosional, ia siap masuk TK.
NYALAKAN SEMANGAT BELAJAR ANAK
- Bangun minat anak dengan membaca buku cerita bergambar, mendengarkan musik, atau menonton film edukatif bersama. Ajak berkunjung ke tempat bersejarah seperti museum, kebun bunga, atau mengikuti acara kesenian seperti panggung boneka dan konser.
- Pilih mainan dan kegiatan yang melibatkan inisiatif pribadi. Harmonika, puzzle, magnet, kaca pembesar, kotak-kotak, paku memaku lebih merangsang kreativitas ketimbang mainan jadi dari toko. Biarkan anak bereksplorasi dengan tanah liat, kapur tulis, cat, kertas warna-warni, spidol, perekat,pita,majalah,kaleng, dan botol bekas, tali, kancing baju, bahkan... tuts komputer Anda.
- Dorong kemampuannya berbahasa dengan permainan kata lewat sajak pendek, syair lagu, teka-teki, mengarang dongeng, atau ngobrol ngalor ngidul.
- Sediakan tempat belajar yang adem, tenang, cukup penerangan, dan asyik untuk belajar. Lengkapi dengan alat tulis, dan buku-buku yang mudah anak jangkau.
- Jadilah sahabat baginya. Perlihatkan Anda siap menolong dan mendengarkan apa yang dikatakannya. Kegembiraan tulus Anda dapat mendorong Si kecil bermain sembari belajar. Belajar sembari bermain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar