Pijatan Quotes
(Effi S Hidayat)
"Ayam dan anjing peliharaan setelah dilepas, tahu untuk dicari kembali. Tetapi hati manusia setelah dilepas, tidak tahu untuk ditarik kembali. Sungguh kasihan!" (Mensius, filsuf Tiongkok).
Refleksi:
Membaca quote dari Meng Zi atau kerap dikenal sebagai Mensius, filsuf Tiongkok penerus ajaran Kong Hu Cu ini, dahi saya agak berkerut, sebelum awalnya sempat tersenyum. Perumpamaan yang menarik, dibandingkan hewan peliharaan yang mudah pulang kembali, hati milik kita manusia itu rupanya amat teramat sangat bandel, ya?
Apa maksudnya 'hati yang dilepas'? Saya pikir itu adalah hati yang memiliki keinginan ke luar, alias mudah tergoda banyak maunya, tidak pernah merasa puas. Selalu membandingkan diri dengan orang lain, sehingga akhirnya menimbulkan kerisauan. Jadi, benar sekali apa kata Mensius, sungguh kasihan hati manusia yang dilepas!
Dari banyak buku yang pernah saya baca, menarik hati kita ke dalam diri sendiri, membuat hati menjadi tenang dan damai. Masih bingung, apa maknanya?
Mungkin lebih tepatnya, begini ; kita diminta buru-buru introspeksi, bercermin ke hati nurani yang paling dalam, alias semuanya harus dimulai dari diri sendiri. Niscaya, kerisauan pun bablas lenyap dibasmi kesadaran yang muncul dari dalam hati.
Tentu saja, ya, hati yang 'ditarik ke dalam' ini, bukan hati yang dilepas ke luar! Memangnya enak disamakan Mensius dengan ayam dan anjing yang katanya lebih 'beradab'? hehehe. (Catatan Senin pagi, 2732017).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar