(Effi S Hidayat)
"Kebiasaan itu seperti seutas tambang, kita menenun benangnya satu persatu setiap hari, sampai akhirnya kita sendiri tidak mampu memutuskannya"(Horace Mann, pendidik).
Refleksi:
Tepat sekali yang dikatakan pendidik kelahiran AS, Horace Mann. Tanpa kita sadari --menenun benang yang akhirnya menjadi seutas tambang yang sulit untuk diputuskan : demikianlah yang namanya "kebiasaan". Bersyukur, jika sedari awal, kita melakukan kebiasaan-kebiasaan baik yang berurat akar menjadi kebiasaan yang akhirnya bertumbuh sebagai karakter.
Namun, bagaimana jika benang yang kita pintal itu tanpa kita sadari, justru adalah merupakan kebiasaan-kebiasaan buruk yang alih-alih mampu kita lepaskan, karena kita sudah terlanjur kadung terjerat di dalamnya? Banyak contoh, kebiasaan kecil saja, misalnya : bermalas-malasan, menunda sesuatu yang kita kerjakan. Atau, menjumput sebatang rokok yang mulanya hanya iseng, kepingin mencoba-coba , tapi akhirnya jadi kebablasan 'nyandu' sulit dilepaskan.
Ya, Horrace Mann sendiri, terlahir dari ayah seorang petani miskin, akhirnya bisa terkenal sebagai pendidik yang berpengaruh karena pemikirannya -- tentu tak terlepas dari kebiasaan baiknya dalam melahap berbagai bacaan di ...perpustakaan, hingga walaupun awalnya tak punya beaya sekolah, akhirnya berkat ketekunannya yang dipintal dari hari ke hari, toh mampu melanjutkan pendidikannya hingga ke perguruan tinggi, dan tak pernah terus berhenti belajar hingga akhir hayatnya.
Begitulah. Tanpa kita sadari, kebiasaan yang masing-masing kita miliki terwujud pula berkat kedisiplinan dan ketekunan menjalaninya. Seperti saya sendiri, berusaha menulis Pijatan Quotes ini setiap harinya hingga tanpa disadari, jika sehari saja saya lengah, atau tidak sempat menuliskannya, rasanya ada sesuatu yang hilang, yang belum saya kerjakan. Sesempit apa pun waktu yang saya punya, saya berusaha menulis setiap harinya. Dan, itulah kebiasaan saya yang lama-lama menjadi kebisaan saya....(Catatan Selasa pagi, 2352017).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar