(Effi S Hidayat)
"Kadang-kadang, hanya dengan duduk, jiwa mengumpulkan kearifan"(Peribahasa Zen).Refleksi:
Satu dari aliran Buddha Mahayana, Zen yang memusatkan diri pada "kekosongan yang menuju kesempurnaan yang penuh" dengan bertumpu pada meditasi, mengajuk kita untuk duduk sejenak. Berhenti melakukan segala kesibukan diri yang terkadang tak perlu.
Anda merasa tidak punya waktu untuk melakukannya? Ah, sayang sekali. Cobalah dahulu alih-alih menolak mengatakan, "tidak bisa". Masakan Anda tidak mampu melakukannya, lima atau sepuluh meniiit saja? Namun sebelumnya, mungkin saya harus sedikit 'meluruskan' makna dari kata "duduk" yang dimaksudkan peribahasa Zen yang saya ambil sebagai Pijatan Quotes kali ini.
Duduk diam tenang, dan rasakan aliran udara yang keluar masuk memenuhi rongga hidung hingga menyelusup ke paru-paru Anda. Bukan duduk belingsatan, resah gelisah, bahu berputar atau leher menandak-nandak celingak-celinguk, mengikuti mata yang asyik melirik ke kiri dan ke kanan, lho, ya. Itu berbeda!
Aha, saya yakin, tidak semua orang di antara kita mampu melakukannya dengan mudah. Bahkan, saya sendiri harus mengakuinya dengan jujur. Benak yang sibuk, sulit fokus, terkadang seperti kuda liar yang perlu tali kekang. Imajinasi saya yang kerap mengembara ke sana ke mari itu yang jadi penyebabnya.
Namun, jika sekali waktu, kita sudah berupaya mempraktikkan duduk tenang, dengan kumpulan pikiran yang kita kendalikan pula untuk sejenak "stop" diam, tak mengembara bebas seperti biasanya, ternyata memang benar : jiwa kita pun terasa berserah damai. Segala galau keresahan, bahkan juga ketakutan, menguar hilang....
Mungkinkah ini yang dimaksud dengan Zen : mengumpulkan kearifan? Itu yang saya rasakan. Nah, bagaimana dengan Anda. Coba-lah! (Catatan Sabtu 08.15,652017).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar