Halaman

Minggu, 07 Mei 2017

Tentang Kata

Pijatan Quotes
(Effi S Hidayat)

"Kata terbaik di seluruh penjuru dunia adalah kata kasar yang tidak diucapkan"(unknown).
 Refleksi : 
Pernahkah Anda bersinggungan dengan seorang teman yang hobinya mengumpat, melontarkan sejuta perbendaharaan perikebinatangan dari dalam mulutnya? Atau, mungkinkah itu terjadi pada diri kita sendiri? Jika melihat segala sesuatu yang tidak berkenan dengan kita, langsung saja mengucapkan komentar yang 'pedas', tidak enak didengar di telinga?

Quote yang saya temukan Minggu pagi, namun sayangnya lagi-lagi tidak diketahui siapa pencetusnya ini, mengingatkan saya untuk mengontrol diri untuk tidak mubazir, menghabiskan energi -- marah-marah tidak karuan dengan mengeluarkan kata-kata kasar. Ada begitu banyak tercipta bahasa di seluruh dunia, dan tentu ada demikian banyak pula istilah yang "tidak perlu" diucapkan, sebetulnya.

Saya ambil contoh, sebuah bahasa daerah di negeri saya, Indonesia : "Asu", misalnya. Dalam bahasa Jawa, Asu bermakna : "anjing". Hewan manis yang menjadi sahabat manusia ini, berubah makna ketika diucapkan dengan hentakan nada keras dan marah, karena berubah arti dengan "meng-anjingkan" Si manusia lain yang kita umpat. Ya, Asu menjadi kata makian yang kasar, berasal dari daerah tertentu (Jawa), berkembang menjadi 'bahasa nasional' "Anjing loe!" (maaf).

Itu baru satu contoh saja, bagaimana dengan bahasa international, Inggris, misalnya. Ada banyak istilah slank, yang juga miris didengar. Bikin merah telinga mereka yang berhati lembut, tetapi mungkin sebaliknya terdengar "biasa-biasa" saja bagi yang penggunanya. "Fu*k you!" etc,etc...Anda boleh menambahkannya sendiri....

Aha, kepanjangan. Yang mau saya sampaikan, ada baiknya jika kita menahan diri dalam berkata-kata. Budi bahasa yang lembut, manis didengar, mengelus-elus hati sesama kita, termasuk diri sendiri. Di balik saja posisinya, enakkah rasanya Anda jika mendengar umpatan kasar terlontar seorang teman, misalnya yang ditujukan langsung kepada diri kita? Duh, pasti sebal sekali, bukan? Siapa sih, yang mau dimaki-maki sedemikian rupa?

Jadi, benar banget,'kan imbauan Pijatan Quotes yang saya temukan dalam bacaan Minggu pagi ini, bahwa,"Kata terbaik di seluruh penjuru dunia adalah kata kasar yang tidak diucapkan?" Walaupun tidak mudah, saya pikir, dengan menahan diri dalam berbahasa yang baik dan benar (ehm), paling tidak kita pun berlatih kesabaran diri dalam berhubungan dengan orang lain, maupun tentu saja belajar menjadi manusia yang seutuhnya dalam memberi penghargaan kepada sesama -- termasuk diri kita sendiri. (Catatan Minggu pagi, 752017).            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar